Kasih
CINTAKU SEBENING BUTIRAN EMBUN
Kasih...
Tak banyak kata maupun janji yang aku utarakan..
Tak kan pernah ku lontarkan rayuan untuk mempermainkan perasaan..
Tak sedikitpun ucapan gombal yang akan ku katakan..
Namun perjuangan dalam pengorbanan yang akan aku buktikan..
Jika kau dapat menghitung banyaknya rinai hujan yang jatuh dari langit..
Maka...sebanyak itulah..........aku mencintaimu..
Dan jika kau dapat mengukur luasnya jagad raya..
Tentulah....seluas itu......kasih sayangku...untukmu...
kasih...
Cintaku tak kan seperti mentari dan rembulan..
Mampu memberi hangat dan menerangi alam , namun sirna jelang berganti..
Kasih sayangku tak kan seperti kapal di dermaga persinggahan..
Di saat lelah ia bersandar.....di saat pulih ia menghindar..kembali pergi berlayar..
Kasih...
Apa kau tau warna dari embun pagi...??
Begitu putih..sangat jernih..amat segar..dan begitu bening..
Ia dapat menyejuk kan hati dan jiwa Dengan aroma kesegarannya..maka..
Seperti itulah aroma cintaku untukmu..semuanya...ya...hanya untukmu seorang..
Cintaku sebening butiran butiran embun...
Friday, 24 December 2010
tentangmu
Masih tentangmu...
Itu berarti tentang kenanganku.
Masih bisa kuingat kata kata manismu
Rasanya masih kemarin kita bercerita dan berdebat
Mengemukakan opinimu dah opiniku yg tak pernah sejalan
Masih tentangmu...
Mudah untuk bisa mencintaimu, tapi mengapa sulit untuk melupakanmu
Hanya waktu yg bisa menjawab
Masih tentangmu...
Kini aku berdiri di tepi jalan, memandang bentangan langit diatas sana
Apakah kau juga melihatnya?
Lihat bintangku redup, sinarnya seperti tenggelam di balik cakrawala hitam.
Apakah kau bisa melihatnya?
Masih tentangmu...
Tiada yg kebetulan, aku meyakini itu.
Bukankah dengan ini smua kita bertumbuh.
Banyak hal yg bisa kupelajari bersamamu.
Bukankah Tuhan kita itu sangat kreatif.
Masih tentangmu...
Mungkin kini air mataku mengalir
Tapi bukan karena kau meninggalkanku.
Aku mengangis, ternyata Tuhan masih peduli padaku.
Cinta yg Dia berikan buatku, melebihi cintamu padaku.
Masih tentangmu...
Percayalah, aku tak pernah meyalahkanmu atas keadaan ini
Aku bersyukur mengenalmu, walau tak sempat bertemu.
Karna dalam ini smua aku mengenal cinta yg tak pernah berakhir.
Cinta dari Tuhanku.
@LRL
Itu berarti tentang kenanganku.
Masih bisa kuingat kata kata manismu
Rasanya masih kemarin kita bercerita dan berdebat
Mengemukakan opinimu dah opiniku yg tak pernah sejalan
Masih tentangmu...
Mudah untuk bisa mencintaimu, tapi mengapa sulit untuk melupakanmu
Hanya waktu yg bisa menjawab
Masih tentangmu...
Kini aku berdiri di tepi jalan, memandang bentangan langit diatas sana
Apakah kau juga melihatnya?
Lihat bintangku redup, sinarnya seperti tenggelam di balik cakrawala hitam.
Apakah kau bisa melihatnya?
Masih tentangmu...
Tiada yg kebetulan, aku meyakini itu.
Bukankah dengan ini smua kita bertumbuh.
Banyak hal yg bisa kupelajari bersamamu.
Bukankah Tuhan kita itu sangat kreatif.
Masih tentangmu...
Mungkin kini air mataku mengalir
Tapi bukan karena kau meninggalkanku.
Aku mengangis, ternyata Tuhan masih peduli padaku.
Cinta yg Dia berikan buatku, melebihi cintamu padaku.
Masih tentangmu...
Percayalah, aku tak pernah meyalahkanmu atas keadaan ini
Aku bersyukur mengenalmu, walau tak sempat bertemu.
Karna dalam ini smua aku mengenal cinta yg tak pernah berakhir.
Cinta dari Tuhanku.
@LRL
Tak mampu lagi aku mengepak kan kedua sayap ini..
Tak berdaya menahan siksa luka yang merejam sayapku..
Kucoba untuk menahannya , bahkan membalut serta mengobatinya..
Namun semua sia sia belaka , tak jua luka ini membaik , bahkan hampir saja membusuk..
Dalam perjalananku yang penuh liku , kutemui sandungan baru..
Dan untuk kali ini , aku tak mampu untuk melewatinya ..
Begitu berat , begitu sakit , begitu menyanyat , juga mengoyak..
Di tepian pantai aku mendarat , berfikir sejenak , dan akhirnya keputusanku telah bulat..
Tak ingin lagi aku menderita , tak ingin lagi menahan siksa..
Jika diangkasa tak ku dapatkan cinta yang tulus , untuk apa aku mempertahankannya..
Harapan yang ku usung bersama cakrawala , musnah tak tersisa , terhempas oleh angin senja..
Maka aku putuskan , kulepas dan ku buang saja kedua sayap ini , agar tak membebani titian langkah hidupku , dan biarlah ku coba hidup yang baru..
Menata langkah dalam dunia yang baru..
Tak berdaya menahan siksa luka yang merejam sayapku..
Kucoba untuk menahannya , bahkan membalut serta mengobatinya..
Namun semua sia sia belaka , tak jua luka ini membaik , bahkan hampir saja membusuk..
Dalam perjalananku yang penuh liku , kutemui sandungan baru..
Dan untuk kali ini , aku tak mampu untuk melewatinya ..
Begitu berat , begitu sakit , begitu menyanyat , juga mengoyak..
Di tepian pantai aku mendarat , berfikir sejenak , dan akhirnya keputusanku telah bulat..
Tak ingin lagi aku menderita , tak ingin lagi menahan siksa..
Jika diangkasa tak ku dapatkan cinta yang tulus , untuk apa aku mempertahankannya..
Harapan yang ku usung bersama cakrawala , musnah tak tersisa , terhempas oleh angin senja..
Maka aku putuskan , kulepas dan ku buang saja kedua sayap ini , agar tak membebani titian langkah hidupku , dan biarlah ku coba hidup yang baru..
Menata langkah dalam dunia yang baru..
terlahir kembali
Di lubuk hati tak lagi terdengar simponi kegelisahan , seperti halnya di lubuk sanubari....
hanya ada angin menyentuh dedaunan yang mulai menghijau..
Serta bunga yang menggugurkan putik-putik lamanya..
Bersemi kembali melahirkan putik putik yang baru..
Tubuh seakan kembali hadir tuk menyambut jiwa yang suci..
Selamat tinggal puing - puing sejarah masa silam..
Senyuman manis tersungging mesra pada rinai gerimis..
Segalanya seakan lebih ringan penuh damai dalam sejuta kasih..
Irama kasih berjalan tuk menyambut hari yang baru dengan alunan riang..
Bersama kesejukan iman yang menentramkan jasmani dan rohani..
Segalanya tampak indah dimata , tertulis penuh dengan ukiran cinta..
Segalanya menjadi jauh lebih berbeda , lebih mempesona..
Keindahan hati dan kebajikan yang tersimpan..
Mempersatukan gerak hati dari yang membedakan..
Segalanya menjadi utuh dalam satu ikatan..
Semua iman bersatu menuju kebesaran Tuhan..
Hati dan tangan saling bertaut mesra tuk mulai bekerja..
Mengiringi pengembaraan jiwa dalam rimba kehidupan..
Selamat bekerja dalam damai penuh cinta kasih dan jiwa yang merdeka..
Denyut nafas kehidupanku....
Selamat datang cinta kasih segala hati..
Selamat menapaki kekudusan anugerah Illahi..
Selamat terlahir kembali nurani yang pernah hilang..
Bersamamu ku temukan kembali kedamaian sejatiku
hanya ada angin menyentuh dedaunan yang mulai menghijau..
Serta bunga yang menggugurkan putik-putik lamanya..
Bersemi kembali melahirkan putik putik yang baru..
Tubuh seakan kembali hadir tuk menyambut jiwa yang suci..
Selamat tinggal puing - puing sejarah masa silam..
Senyuman manis tersungging mesra pada rinai gerimis..
Segalanya seakan lebih ringan penuh damai dalam sejuta kasih..
Irama kasih berjalan tuk menyambut hari yang baru dengan alunan riang..
Bersama kesejukan iman yang menentramkan jasmani dan rohani..
Segalanya tampak indah dimata , tertulis penuh dengan ukiran cinta..
Segalanya menjadi jauh lebih berbeda , lebih mempesona..
Keindahan hati dan kebajikan yang tersimpan..
Mempersatukan gerak hati dari yang membedakan..
Segalanya menjadi utuh dalam satu ikatan..
Semua iman bersatu menuju kebesaran Tuhan..
Hati dan tangan saling bertaut mesra tuk mulai bekerja..
Mengiringi pengembaraan jiwa dalam rimba kehidupan..
Selamat bekerja dalam damai penuh cinta kasih dan jiwa yang merdeka..
Denyut nafas kehidupanku....
Selamat datang cinta kasih segala hati..
Selamat menapaki kekudusan anugerah Illahi..
Selamat terlahir kembali nurani yang pernah hilang..
Bersamamu ku temukan kembali kedamaian sejatiku
memory kerinduan
Wajahmu masih terlihat jelas di mataku..
Suaramu masih terngiang di telinga walau sayup terdengar...
Dirimu masih kurasa , meski kini sudah tak berwujud nyata..
Kau ada dalam ingatan , tak mungkin aku menghapusnya..
Hanya sedikit melupakan , menyimpan semua kenangan..
Tertata dengan indah , mengemasnya dengan rapih..
Di dalam kenangan akan memori sebuah peristiwa..
Menguncinya dengan rapat , dekat di kedalaman hati..
Di dalam lubuk sanubari..
Aku berjalan menyusuri alur-alur kehidupan , tibalah di sebuah persimpangan..
Sesaat aku terdiam , lalu berfikir, Jalan mana yang akan ku pilih..??
Meski akan tersesat , aku harus memutuskan..
Ku buka mata hati , dengan satu keyakinan..
Kemanakah angin akan melaju , kemanakah air akan mengalir ?
Sampai manakah awan akan berarak , kepada siapa kata ini ku angankan ?
Dalam kabut kelam rindu ini tertahan , datanglah dan berbaringlah di sisiku..
Turunlah dan berbisik dekat di batinku , rengkuhlah tubuh dan sukma dalam cintamu..
Nyaman aku dalam pelukmu..
Suaramu masih terngiang di telinga walau sayup terdengar...
Dirimu masih kurasa , meski kini sudah tak berwujud nyata..
Kau ada dalam ingatan , tak mungkin aku menghapusnya..
Hanya sedikit melupakan , menyimpan semua kenangan..
Tertata dengan indah , mengemasnya dengan rapih..
Di dalam kenangan akan memori sebuah peristiwa..
Menguncinya dengan rapat , dekat di kedalaman hati..
Di dalam lubuk sanubari..
Aku berjalan menyusuri alur-alur kehidupan , tibalah di sebuah persimpangan..
Sesaat aku terdiam , lalu berfikir, Jalan mana yang akan ku pilih..??
Meski akan tersesat , aku harus memutuskan..
Ku buka mata hati , dengan satu keyakinan..
Kemanakah angin akan melaju , kemanakah air akan mengalir ?
Sampai manakah awan akan berarak , kepada siapa kata ini ku angankan ?
Dalam kabut kelam rindu ini tertahan , datanglah dan berbaringlah di sisiku..
Turunlah dan berbisik dekat di batinku , rengkuhlah tubuh dan sukma dalam cintamu..
Nyaman aku dalam pelukmu..
Tak mampu lagi aku mengepak kan kedua sayap ini..
Tak berdaya menahan siksa luka yang merejam sayapku..
Kucoba untuk menahannya , bahkan membalut serta mengobatinya..
Namun semua sia sia belaka , tak jua luka ini membaik , bahkan hampir saja membusuk..
Dalam perjalananku yang penuh liku , kutemui sandungan baru..
Dan untuk kali ini , aku tak mampu untuk melewatinya ..
Begitu berat , begitu sakit , begitu menyanyat , juga mengoyak..
Di tepian pantai aku mendarat , berfikir sejenak , dan akhirnya keputusanku telah bulat..
Tak ingin lagi aku menderita , tak ingin lagi menahan siksa..
Jika diangkasa tak ku dapatkan cinta yang tulus , untuk apa aku mempertahankannya..
Harapan yang ku usung bersama cakrawala , musnah tak tersisa , terhempas oleh angin senja..
Maka aku putuskan , kulepas dan ku buang saja kedua sayap ini , agar tak membebani titian langkah hidupku , dan biarlah ku coba hidup yang baru..
Menata langkah dalam dunia yang baru..
Tak berdaya menahan siksa luka yang merejam sayapku..
Kucoba untuk menahannya , bahkan membalut serta mengobatinya..
Namun semua sia sia belaka , tak jua luka ini membaik , bahkan hampir saja membusuk..
Dalam perjalananku yang penuh liku , kutemui sandungan baru..
Dan untuk kali ini , aku tak mampu untuk melewatinya ..
Begitu berat , begitu sakit , begitu menyanyat , juga mengoyak..
Di tepian pantai aku mendarat , berfikir sejenak , dan akhirnya keputusanku telah bulat..
Tak ingin lagi aku menderita , tak ingin lagi menahan siksa..
Jika diangkasa tak ku dapatkan cinta yang tulus , untuk apa aku mempertahankannya..
Harapan yang ku usung bersama cakrawala , musnah tak tersisa , terhempas oleh angin senja..
Maka aku putuskan , kulepas dan ku buang saja kedua sayap ini , agar tak membebani titian langkah hidupku , dan biarlah ku coba hidup yang baru..
Menata langkah dalam dunia yang baru..
ku akan terus dan selalu mencintaimu
Terbangun di sisimu , menatap matahari terbit di wajahmu..
Aku merasakan bahwa di setiap hari adalah awal yang baru..
Aku selalu lebih mencintaimu dari hari hari sebelumnya..
Membuat hatiku yakin , bahwa kau lah tempatku bermula dan berakhir..
Selama matahari masih terbit dari timur dengan perkasanya , aku mencintaimu..
Selama bintang dan rembulan masih menemani langit dengan setianya , aku pun masih mencintaimu..
Selama kabut masih memeluk bukit dengan damainya , aku tetap mencintaimu..
Selama ombak masih datang mencium pantai dengan debur gairahnya , maka aku akan selalu mencintaimu..
Aku merasakan bahwa di setiap hari adalah awal yang baru..
Aku selalu lebih mencintaimu dari hari hari sebelumnya..
Membuat hatiku yakin , bahwa kau lah tempatku bermula dan berakhir..
Selama matahari masih terbit dari timur dengan perkasanya , aku mencintaimu..
Selama bintang dan rembulan masih menemani langit dengan setianya , aku pun masih mencintaimu..
Selama kabut masih memeluk bukit dengan damainya , aku tetap mencintaimu..
Selama ombak masih datang mencium pantai dengan debur gairahnya , maka aku akan selalu mencintaimu..
Selama cinta dan kasih sayang yang ada masih di perkenankan oleh Sang Pencipta..
Kan ku biarkan dia tumbuh subur sampai sang waktu datang memanggilku..
Karena aku mencintaimu bukan hanya untuk hari kemarin , masa kini , esok , ataupun lusa..
Namun aku mencintaimu untuk setiap hari hari yang ku jalani..
Selamanya........sampai ajal mendekat di pelupuk mata..
Seluruh penghuni langit dan seluruh isi alam semesta menjadi saksi..
Bahwasanya Tuhan telah mengirimkan belahan jiwaku..
Yang terpisah saat turun ke muka bumi..
Separuh jiwa lain yang membuatku utuh dan sempurna meniti hidup ini..
di bawah naungan rembulan
Kuhirup aroma malam dalam penantian..
Di bawah bayang bayang kelam sang dewi malam..
Pesonanya yang kian menjalar , bernuansakan keresahan..
Di mana romansa melepur dan berpendar tak tertahankan..
Di bawah naungan wajah sang rembulan..
Di tepi telaga penantiaan , ku ukir rindu tak tersampaikan..
Ku ingin terus merindumu , meski hanya bayangmu yang dapat ku cumbu..
Aku ingin tetap mencintaimu , seperti aku mencintai rembulan..
Sepi akan jejak kabut yang meraba dan menyelimuti alam..
Menghadirkan sajak syahdu romantika..
Yang perlahan membalut malamku hingga terbujur kaku..
Menghisap sebongkah pion tirani yang terus membisu..
Menyisakan guratan tajam diantara derita yang kian merejam..
Mungkin aku akan menanti bayangan ini dengan setia , yang ku percayai sebagai belahan jiwa..
Namun aku menjadi ragu pada diriku sendiri yang berani menipu waktu..
Atau pada dunia yang bermuram di pangkuan malam..
Karena aku hanyalah bayangan yang akan hilang terbakar oleh hadirnya sang fajar..
Wahai malam , kemana lagi aku akan mengadukan rinduku yang kian kelam ??
Di bawah bayang bayang kelam sang dewi malam..
Pesonanya yang kian menjalar , bernuansakan keresahan..
Di mana romansa melepur dan berpendar tak tertahankan..
Di bawah naungan wajah sang rembulan..
Di tepi telaga penantiaan , ku ukir rindu tak tersampaikan..
Ku ingin terus merindumu , meski hanya bayangmu yang dapat ku cumbu..
Aku ingin tetap mencintaimu , seperti aku mencintai rembulan..
Sepi akan jejak kabut yang meraba dan menyelimuti alam..
Menghadirkan sajak syahdu romantika..
Yang perlahan membalut malamku hingga terbujur kaku..
Menghisap sebongkah pion tirani yang terus membisu..
Menyisakan guratan tajam diantara derita yang kian merejam..
Mungkin aku akan menanti bayangan ini dengan setia , yang ku percayai sebagai belahan jiwa..
Namun aku menjadi ragu pada diriku sendiri yang berani menipu waktu..
Atau pada dunia yang bermuram di pangkuan malam..
Karena aku hanyalah bayangan yang akan hilang terbakar oleh hadirnya sang fajar..
Wahai malam , kemana lagi aku akan mengadukan rinduku yang kian kelam ??
Monday, 20 December 2010
Kasih
CINTAKU SEBENING BUTIRAN EMBUN
Kasih...
Tak banyak kata maupun janji yang aku utarakan..
Tak kan pernah ku lontarkan rayuan untuk mempermainkan perasaan..
Tak sedikitpun ucapan gombal yang akan ku katakan..
Namun perjuangan dalam pengorbanan yang akan aku buktikan..
Jika kau dapat menghitung banyaknya rinai hujan yang jatuh dari langit..
Maka...sebanyak itulah..........aku mencintaimu..
Dan jika kau dapat mengukur luasnya jagad raya..
Tentulah....seluas itu......kasih sayangku...untukmu...
kasih...
Cintaku tak kan seperti mentari dan rembulan..
Mampu memberi hangat dan menerangi alam , namun sirna jelang berganti..
Kasih sayangku tak kan seperti kapal di dermaga persinggahan..
Di saat lelah ia bersandar.....di saat pulih ia menghindar..kembali pergi berlayar..
Kasih...
Apa kau tau warna dari embun pagi...??
Begitu putih..sangat jernih..amat segar..dan begitu bening..
Ia dapat menyejuk kan hati dan jiwa Dengan aroma kesegarannya..maka..
Seperti itulah aroma cintaku untukmu..semuanya...ya...hanya untukmu seorang..
Cintaku sebening butiran butiran embun...
CINTAKU SEBENING BUTIRAN EMBUN
Kasih...
Tak banyak kata maupun janji yang aku utarakan..
Tak kan pernah ku lontarkan rayuan untuk mempermainkan perasaan..
Tak sedikitpun ucapan gombal yang akan ku katakan..
Namun perjuangan dalam pengorbanan yang akan aku buktikan..
Jika kau dapat menghitung banyaknya rinai hujan yang jatuh dari langit..
Maka...sebanyak itulah..........aku mencintaimu..
Dan jika kau dapat mengukur luasnya jagad raya..
Tentulah....seluas itu......kasih sayangku...untukmu...
kasih...
Cintaku tak kan seperti mentari dan rembulan..
Mampu memberi hangat dan menerangi alam , namun sirna jelang berganti..
Kasih sayangku tak kan seperti kapal di dermaga persinggahan..
Di saat lelah ia bersandar.....di saat pulih ia menghindar..kembali pergi berlayar..
Kasih...
Apa kau tau warna dari embun pagi...??
Begitu putih..sangat jernih..amat segar..dan begitu bening..
Ia dapat menyejuk kan hati dan jiwa Dengan aroma kesegarannya..maka..
Seperti itulah aroma cintaku untukmu..semuanya...ya...hanya untukmu seorang..
Cintaku sebening butiran butiran embun...
arti kesetiaan
Aku hanyalah manusia biasa dengan segala keterbatasan..
Namun aku masih memiliki hati dan pikiran , juga perasaan..
Mungkin aku tidaklah sempurna dan tak akan penah menjadi sempurna..
Karena kesempurnaan hanyalah milik - Nya..
Aku menyadari , jika hatiku kau permainkan..
Aku tau , kasihmu penuh dengan kemunafikan..
Aku pun merasakan , cintamu tanpa keikhlasan..
Memang... , sungguh menyakitkan , namun kau tetap kumaafkan..
Namun aku masih memiliki hati dan pikiran , juga perasaan..
Mungkin aku tidaklah sempurna dan tak akan penah menjadi sempurna..
Karena kesempurnaan hanyalah milik - Nya..
Aku menyadari , jika hatiku kau permainkan..
Aku tau , kasihmu penuh dengan kemunafikan..
Aku pun merasakan , cintamu tanpa keikhlasan..
Memang... , sungguh menyakitkan , namun kau tetap kumaafkan..
Di matamu kulihat bulan.. teduh bercahaya lembut menawan.. hati terpaku dalam tawanan.. seuntai kata hanya mampu kurangkum dalam senyuman..
Setiap tatapanku adalah pernyataan cinta.. bergetar ku memandangmu bak pertama kali jumpa.. dan rona wajahmu terkesiap bahagia.. matamu bulan berbinar sempurna..
Cahayamu menunjukkan aku.. indahnya jalan cinta.. sebuah jalan setapak yang berliku menuju hatimu.. sebuah perkampungan dalam hidupku. kareNa aq saYang sama kamU
Setiap tatapanku adalah pernyataan cinta.. bergetar ku memandangmu bak pertama kali jumpa.. dan rona wajahmu terkesiap bahagia.. matamu bulan berbinar sempurna..
Cahayamu menunjukkan aku.. indahnya jalan cinta.. sebuah jalan setapak yang berliku menuju hatimu.. sebuah perkampungan dalam hidupku. kareNa aq saYang sama kamU
tentangmu
Masih tentangmu...
Itu berarti tentang kenanganku.
Masih bisa kuingat kata kata manismu
Rasanya masih kemarin kita bercerita dan berdebat
Mengemukakan opinimu dah opiniku yg tak pernah sejalan
Masih tentangmu...
Mudah untuk bisa mencintaimu, tapi mengapa sulit untuk melupakanmu
Hanya waktu yg bisa menjawab
Masih tentangmu...
Kini aku berdiri di tepi jalan, memandang bentangan langit diatas sana
Apakah kau juga melihatnya?
Lihat bintangku redup, sinarnya seperti tenggelam di balik cakrawala hitam.
Apakah kau bisa melihatnya?
Masih tentangmu...
Tiada yg kebetulan, aku meyakini itu.
Bukankah dengan ini smua kita bertumbuh.
Banyak hal yg bisa kupelajari bersamamu.
Bukankah Tuhan kita itu sangat kreatif.
Masih tentangmu...
Mungkin kini air mataku mengalir
Tapi bukan karena kau meninggalkanku.
Aku mengangis, ternyata Tuhan masih peduli padaku.
Cinta yg Dia berikan buatku, melebihi cintamu padaku.
Masih tentangmu...
Percayalah, aku tak pernah meyalahkanmu atas keadaan ini
Aku bersyukur mengenalmu, walau tak sempat bertemu.
Karna dalam ini smua aku mengenal cinta yg tak pernah berakhir.
Cinta dari Tuhanku.
Itu berarti tentang kenanganku.
Masih bisa kuingat kata kata manismu
Rasanya masih kemarin kita bercerita dan berdebat
Mengemukakan opinimu dah opiniku yg tak pernah sejalan
Masih tentangmu...
Mudah untuk bisa mencintaimu, tapi mengapa sulit untuk melupakanmu
Hanya waktu yg bisa menjawab
Masih tentangmu...
Kini aku berdiri di tepi jalan, memandang bentangan langit diatas sana
Apakah kau juga melihatnya?
Lihat bintangku redup, sinarnya seperti tenggelam di balik cakrawala hitam.
Apakah kau bisa melihatnya?
Masih tentangmu...
Tiada yg kebetulan, aku meyakini itu.
Bukankah dengan ini smua kita bertumbuh.
Banyak hal yg bisa kupelajari bersamamu.
Bukankah Tuhan kita itu sangat kreatif.
Masih tentangmu...
Mungkin kini air mataku mengalir
Tapi bukan karena kau meninggalkanku.
Aku mengangis, ternyata Tuhan masih peduli padaku.
Cinta yg Dia berikan buatku, melebihi cintamu padaku.
Masih tentangmu...
Percayalah, aku tak pernah meyalahkanmu atas keadaan ini
Aku bersyukur mengenalmu, walau tak sempat bertemu.
Karna dalam ini smua aku mengenal cinta yg tak pernah berakhir.
Cinta dari Tuhanku.
maaf aku tak biasa
Adakah kau tau tentang rasa hati ini , tau kah kau betapa dalamnya aku menyayangimu..
Tau kah kau , atau engkau memang tak pernah mau tau..
Sekian lama aku berharap , sekian waktu aku menunggu..
Namun kau tak pedulikanku , kau ahanya mengaggapku sebagai angin lalu..
Biarkan cinta itu datang karena sering bertemu , namun kau tak pernah menggubrisku..
Ku tak mengharap kau berikan seluruh kasihmu , ku tak meminta kau berikan seluruh cintamu..
Yang kubutuhkan hanya kau buka sedikit pintu hatimu , untukku..
Karena aku bisa buktikan kepadamu, berilah aku sedikit waktu..
Biarkan cinta itu datang karena sering bertemu..
kini , kau bertunangan dengan orang lain , hancur hatiku..
Remuk sudah jiwaku , penantianku selama ini sia sia belaka..
Ku hanya mampu berlapang dada , pasrah Kepada Nya..
Aku hanya bisa berdoa , semoga engkau bahagia..
Sekian waktu berlalu , di saat ku hampir bisa menepis bayang bayang cintamu..
Kau datang kembali padaku , dengan penuh sesal dan tersedu..
Bukan aku tak mau , bukan aku membencimu..
Bukan aku tak rindu , bukan pula sudah tak cinta lagi padamu..
Namun hati ini sudah terlanjur terluka , pedih , perih , tercabik , dan berdarah..
Ku hanya bisa berkata , maafkan aku kasih..
Aku sudah tak bisa , aku sudah tak sanggup..
Aku sudah tak mampu , dan aku sudah tak berdaya..
Maaf , aku sudah tak bisa..
Tau kah kau , atau engkau memang tak pernah mau tau..
Sekian lama aku berharap , sekian waktu aku menunggu..
Namun kau tak pedulikanku , kau ahanya mengaggapku sebagai angin lalu..
Biarkan cinta itu datang karena sering bertemu , namun kau tak pernah menggubrisku..
Ku tak mengharap kau berikan seluruh kasihmu , ku tak meminta kau berikan seluruh cintamu..
Yang kubutuhkan hanya kau buka sedikit pintu hatimu , untukku..
Karena aku bisa buktikan kepadamu, berilah aku sedikit waktu..
Biarkan cinta itu datang karena sering bertemu..
kini , kau bertunangan dengan orang lain , hancur hatiku..
Remuk sudah jiwaku , penantianku selama ini sia sia belaka..
Ku hanya mampu berlapang dada , pasrah Kepada Nya..
Aku hanya bisa berdoa , semoga engkau bahagia..
Sekian waktu berlalu , di saat ku hampir bisa menepis bayang bayang cintamu..
Kau datang kembali padaku , dengan penuh sesal dan tersedu..
Bukan aku tak mau , bukan aku membencimu..
Bukan aku tak rindu , bukan pula sudah tak cinta lagi padamu..
Namun hati ini sudah terlanjur terluka , pedih , perih , tercabik , dan berdarah..
Ku hanya bisa berkata , maafkan aku kasih..
Aku sudah tak bisa , aku sudah tak sanggup..
Aku sudah tak mampu , dan aku sudah tak berdaya..
Maaf , aku sudah tak bisa..
apa salah dan dosaku
Kau datang saat jiwaku rapuh , kau hadir saat hati ini beku..
Kau ada saat cintaku meragu , dan kau yakinkan aku akan secercah sinar harapan baru..
Kehadiranmu bagaoikan tetesan tetesan embun di pagi hari , yang menyegarkan batinku..
Kesabaranmu bagaikan permata jiwa , begitu mulia , tak ternilai di seantero dunia , bagiku..
Kau membuatku mampu bangkit dari keterpurukan , mengembalikan semangat hidupku..
Kau buat aku kembali mertasakan rajut rajut cinta , dalam sulaman kasihmu yang setia..
Namun , di saat jiwa ini mulai menghangat , saat raga ini terasa bernyawa , saat cinta mulai kembali nyata..
Kau pergi dari sisiku....... , untuk selamanya......
Tuhan......
Kau ada saat cintaku meragu , dan kau yakinkan aku akan secercah sinar harapan baru..
Kehadiranmu bagaoikan tetesan tetesan embun di pagi hari , yang menyegarkan batinku..
Kesabaranmu bagaikan permata jiwa , begitu mulia , tak ternilai di seantero dunia , bagiku..
Kau membuatku mampu bangkit dari keterpurukan , mengembalikan semangat hidupku..
Kau buat aku kembali mertasakan rajut rajut cinta , dalam sulaman kasihmu yang setia..
Namun , di saat jiwa ini mulai menghangat , saat raga ini terasa bernyawa , saat cinta mulai kembali nyata..
Kau pergi dari sisiku....... , untuk selamanya......
Tuhan......
Aku mencintaimu....
Namun , tak dapat aku pungkiri maupun aku hindari , akan rasa hati ini..
Bahwasanya , aku pun mencintainya...
Seperti halnya aku mencintaimu , dengan segenap rasa yang ada di diriku..
Maafkan aku...
Tak dapat ku cegah perasaan ini , mengalir begitu saja , seperti air..
Ku jalani cinta ini , cinta yang terselubung , cinta yang terlarang..
Ku lakukan hubungan ini , di belakangmu , bahkan terkadang di sampingmu..
Namun semua itu , tanpa sepengetahuanmu..
Aku membagi cinta , antara kau dan dia..
Bagaikan sebuah dilema cinta dalam hidup serta realita..
Aku resah dan gelisah , aku merasa bersalah..
Karena dia adalah.....sahabatmu , sahabat baik kita , sahabat yang aku cintai jua..
Maafkan aku...
Subscribe to:
Posts (Atom)

Kemana lagi kan kucari , di mana kau sembunyikan rupamu..
Telah aku mendaki dan menelusuri hingga ke puncak gunung..
Bahkan lautan pun telah aku sebrangi..
Ku terabas lebatnya hutan belantara , ku sibak rimbunnya pepohonan yang menjulang..
Tetap tak kulihat , walau itu hanya sekedar bayanganmu saja..
Dalamnya jurang..
Besarnya badai yang menghadang..
Akan ku lalui dan ku hadapi..
Dengan keteguhan hati..
Untuk seraut wajah.. , di manakah engkau berada..??
Telah kucoba melupakanmu , menyapu bayanganmu , namun aku tak mampu..
Walau aku tak tau di mana keberadaanmu , namun aku tak lelah menapaki jalan menyusuri sisa - sisa jejakmu..
Demi anganku , demi mimpiku , demi cita - citaku , demi cinta dan rinduku , aku rela menempuh perjalanan panjang..
Kepada awan yang berarak di bentangan khatulistiwa..
Kepada angin yang bertiup , kepada burung - burung yang terbang di angkasa..
Sampaikanlah salam rinduku ini , untuk seraut wajah..
Yang entah sedang apa dan berada dimana..
Kepada jangkrik yang bersuling , kepada ilalang yang bergoyang..
Kepada rumput yang berbisik , kepada bunga - bunga yang cantik..
Kepada perdu yang menari , kepada kumbang yang berseri..
Kepada bintang yang bersemi , kepada rembulan yang bernyanyi..
Sampaikanlah kidung rinduku yang mengalun , untuk seraut wajah yang entah kini berada di mana..