Saturday, 1 January 2011

Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tdk butuh piala, BERMAINLAH dengan GEMBIRA sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan..
...
Janganlah duduk diam di sudut hati
Beranjaklah dari tebing jiwa
Sebab gemulai waktu akan berlari
Meninggalkanmu dalam lena mimpi
Berilah ruang agar dapat terurai kepekatan jiwa

Sebab lelap ego akan membunuh asa
Sisahkan kubangan sesal
Berilah warna baru dalam pelangi hidup
Pastikan lebih dalam dari tubir terdalam
Dan lebih terang dari bintang ya
ng lainnya
5 Manfaat nyontek untuk kesehatan"
1. Melincahkan otot" mata, karena hars melirik jawaban .
2. Melatih otot leher,karena harus melihat kekiri& kekanan .
3. Memperkuat ingtan,karena harus menghafal jawaban sebelum ditulis .
4. Melincahkan kerja tangan, karena harus menulis jawaban dengan cepat & tepat,
5. Mempercepat aliran darah, karena jantung berdetak cepat, takut ketahuan menyontek oleh guru....

menyontek itu SEHAT LOH!!hahaha . .

rindu tak terurai

Senja menjelang , ku lihat kau tenggelam dalam lamunan..
Mengarungi roda waktu , melintasi dimensi jiwa..
Kenangan itu , mengganggu pikiranmu..
Rindu itu , mengusik kedalaman relung hatimu..


Wajah itu terlihat kuyu dan muram , rona kesedihan tampak menyelubungi..
Tiada lagi ku lihat cahaya yang memancar , tiada lagi ku lihat bola mata yang berbinar..
Wajah itu kini terbungkus lara yang membelit jiwa , berselimutkan duka..
Tiada lagi canda ria , gembira dan tawa renyah penuh pesona..


Hanya kabut kesedihan menyelimuti hari harimu..


Tak terasa waktu kian bergulir dengan begitu cepatnya..
Perlahan lahan , sang surya pun mulai tenggelam..
Kau masih larut dalam lamunan , terbuai dalam khayalan..
Hanyut dalam impian dan kau terbawa jauh , ke dasar arus kegelapan..


Saat tersadar , kau hanya menghela nafas panjang..
Bangkit dari peraduan , menahan sesak dalam kenangan..
Menangis dalam keterpurukan , mengingat rindu tak terurai..
Namun semua telah jauh berlalu , bersama mentari senja yang turut berlalu..

gemerlap lampu diskotik

kerlap-kerlipnya lampu percikan bola mata..
Asap rokok mengkabut selimuti panggung disco..
Dentuman musik pecahkan gendang telinga..
Pekik memekik gerakan suasana yang kelam..


Pada sudut yang meremang..


Ocehkan suara mulut tiada arti..
Lumati bibir nafsu menguasai..
Berdebum raga terkulai lemas..
Gelitik jemari preteli pradaban..


Sajian alkohol lumpuhkan saraf yang waras..


Para penari membawa suasana semakin panas..
Satu persatu lucuti pakaian hingga tak berbusana..
Walau hanya selembar benang menempel yang tersisa..
Peradaban kembali kepada zaman jahiliyah..



Terpapah gontai berduyung duyung..
Ruangan bingar menuju petak yang sunyi..
Ego birahi puncaki hawa nafsu..
Puaskan hasrat kemaksiatan..



Hingga malam berganti menjemput pagi dini hari..