Thursday, 13 January 2011

bukit penyesalan

Sirna sudah mimpi mimpi yang telah di bangun
Istana hati yang telah terhias, kini telah runtuh
Hanya menyisakan puing puing dan ornamen
Menjadi sejarah atas keanggunan pada masanya
 
 
Lihatlah…..
Kini ku terpuruk dalam duka berbalut nestapa
Meratapi kekalahan dan jatuh kepelimbamgan
Semua karena cinta…ya , cinta
 
 
Perjalanan telah usai , lelah mendera jiwa
Sayap ini tak kuat lagi mengepak dan mengembang
Tak sanggup lagi melanjutkan irama yang terserak
Hingga terhenti di puncak bukit penyesalan
 
 
Riuhnya kepak sayap gagak serta suara yang berkoak
Menambah risau suasana hati , tak tergelak
Pilu menyayat , menghampiri jiwa yang pelak
Hingga asa jatuh tergeletak
hati takkan dpt ditipu,
begitu juga halnya dgn cintaku,
ku takkan memaksa akan sesuatu &
ku harap kau tak cuma beri ku harapan palsu,
banyak hal yg tak pasti,
tp pasti hanya kaulah yg dihati.
tertawa bahagia dgn mu didalam mimpi,
tp ketika terbangun tak ada yg terjadi.
mungkinkah kau dpt terima,
semua hal yg selama ini kurasa,
ku tlah coba katakan,
tp kau tetap diam,
tak pernah berikan jawaban,
ku hanya ingin kau tahu,
hanya kaulah yang ada di hariku,
tak peduli seberapa lama jalannya waktu,
tetap ku tunggu saat kita menjadi satu...

Cinta lalu....(Part 1)
Setiap detik yang berlalu
tetap tak buat diriku bebas darimu.
tak dapat ku tahan
rasa ingin bersamamu
atau rasa tuk ingin ada di sampingmu.
ku telpon  dia selagi sempat
tuk melepas rindu walau sesaat.
bunyi deringpun terdengar begitu cepat.
tapi tak pernah kunjung untuk diangkat.
entah bagaimana ungkapkan rasa.
tak pernah sekalipun lagi kita berjumpa,
tetapi ketika saat itu tiba,
mulutku terkunci,
tak dapat berbicara
ku hanya ingin kau tau
hanya kaulah yang ada dihatiku
tak peduli seberapa lama jalannya waktu
tetap ku tunggu saat kita menjadi satu.