Friday, 24 December 2010

di bawah naungan rembulan

Kuhirup aroma malam dalam penantian..
Di bawah bayang bayang kelam sang dewi malam..
Pesonanya yang kian menjalar , bernuansakan keresahan..
Di mana romansa melepur dan berpendar tak tertahankan..


Di bawah naungan wajah sang rembulan..
Di tepi telaga penantiaan , ku ukir rindu tak tersampaikan..
Ku ingin terus merindumu , meski hanya bayangmu yang dapat ku cumbu..
Aku ingin tetap mencintaimu , seperti aku mencintai rembulan..


Sepi akan jejak kabut yang meraba dan menyelimuti alam..
Menghadirkan sajak syahdu romantika..
Yang perlahan membalut malamku hingga terbujur kaku..
Menghisap sebongkah pion tirani yang terus membisu..


Menyisakan guratan tajam diantara derita yang kian merejam..


Mungkin aku akan menanti bayangan ini dengan setia , yang ku percayai sebagai belahan jiwa..
Namun aku menjadi ragu pada diriku sendiri yang berani menipu waktu..
Atau pada dunia yang bermuram di pangkuan malam..
Karena aku hanyalah bayangan yang akan hilang terbakar oleh hadirnya sang fajar..


Wahai malam , kemana lagi aku akan mengadukan rinduku yang kian kelam ??

No comments:

Post a Comment